Sabtu, 04 Agustus 2012

saudariku..


Saudariku...
Hayuk kita tegakkan shalat..
Hayuk kita jemput hidayah dari Allah SWT..
Hayuk saudariku , selagi nyawa masih di dalam badan..
Tak akan kembali hari yang telah lalu saudariku..
Hayuk kita bersama-sama membangun rumah kita untuk nanti di surga Allah SWT..

Jangan ya saudariku..
Jangan lagi tinggalkan sholatmu wahai saudariku..
Pelan-pelan ya saudariku... pelan-pelan kita raih ridho Allah..

Mari kita berdoa saudariku..
Kita berdoa, dengan sholat kita ini, semoga Allah SWT meng-istiqomah-kan langkah kita, untuk selalu berjalan lurus di Agama-Nya..

Wahai saudariku..
Sudah banyak waktu yang kita lalui di dunia ini..
Sudah cukup rasanya kita bermain-main wahai saudariku..
Jangan sampai kita dilalaikan oleh “perhiasan dunia” ini..
Harta.. tahta.. jabatan.. anak.. itu hanyalah kesenangan duniawi duhai engkau yang kusayangi..

Marilah saudariku bersama kita mengejar keridahoan Allah SWT..
Duhai saudariku hayuk kita jalankan perintah Tuhan yang menciptakan kita..
Menjauhi semua laranganya..

Pelan-pelan saudariku..
Semoga Allah selalu memberi petunjuk...

Adzan berkumandang saudariku.. shalatlah..
Sebelum kita dishalatkan..

Anak akan mencontoh kepada ibunya duhai saudariku..
Bila kita tak shalat, bagaimana anak akan menjadi seorang anak yang sholeh..
Apapun itu, anak akan mencontoh sikap, sifat, kebiasaan dari bundanya..

Duhai saudariku yang aku sayangi karena Allah ta’ala..
Shalatlah.. sebelum ajal menjemput..
Bertaubatlah sebelum nyawa ini dicabut DENGAN KERASNYA oleh malaikat israil atas izin Tuhan-Nya.........

Kita mohonkan keberkahan hidup dari Allah SWT ya saudariku..
Agar tenang jualah jiwa ini.. pikiran ini..
Apalah guna banyak harta, namun hati tidak tenang..
Apalah guna jabatan setinggi-tingginya tapi angkuh seangkuh anggkuhnya karena TIDAK MAU bersujud kehadirat Tuhan sang pencipta.. yang memiliki JABATAN sebagai YANG PEMBERI JABATAN yang tinggi itu..

Shalatlah saudariku..
Anak .. hanyalah titipan dari Allah SWT..
Kita disuruh untuk merawat, mengajarinya dengan dicontohkan sifat-sifat yang baik.
Mari menjadi sebaik-baik contoh bagi anak kita sendiri ya saudariku..

Saudariku..
Mari shalat.. sebelum menyesal di Padang Mahsyar nanti..
Dikala manusia dikumpulkan dan ditimbang segala amal perbuatanya..

Jangan wahai saudariku..
Jangan mau menjadi orang yang tidak membawa apa-apa di hadapan Allah nantinya..

Malu ya saudariku..
Malu atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, namun kita belum juga bersyukur.. belum juga shalat..

Takut ya saudariku..
Takut jangan-jangan kini Allah sudah tidak memandang kita lagi..
Karena kita tidak juga mau mengambil wudhu dan melaksanakan shalat..
Takutlah ya saudariku, dengan hidup yang tidak tenang dan tidak barokah..

Na’udzubillah min dzalik..

Mari ya saudariku kita berdoa..
Sebagaimana Allah SWT kumpulkan kita di dunia ini, semoga Ia kumpulkan jualah kita di taman surgaNya.. mendapatkan tempat yang terbaik di sisi-Nya.. nanti pada saat itu tiba.. Amin..

Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung..

Bukan orang-orang yang menyesal...

                                                            Dari orang yang menyayangimu..

5 Rukun Islam:
1. Membaca 2 kalimat syahadat
2. Melaksanakan Shalat 5 waktu
3. Membayar zakat
4. Berpuasa di bulan Ramadhan
5. Melaksanakan Haji bagi yang mampu

Q.S Luqman (31) : 17
“.. Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.”

Q.S Al Anbiya’ (21) : 47
“Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya sebesar biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah kami yang membuat perhitungan.”

Q.S Al Kahfi (18) : 46
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”

Dari Ali Radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,
“Tidaklah seseorang melakukan perbuatan dosa lalu dia bangun dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan setelah itu memohon ampunan kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya.” (HR. Tirmidzi)

wallahualam bissawab

Rahasia Ayat Allah: Surat Luqman (QS :31)

Rahasia Ayat Allah: Surat Luqman (QS :31): Nasihat Luqman pada anaknya.. Assalamu'alaikum wr. wb. ...terlebih dahulu penulis mengucapkan selamat memasuki tahun 2012 ...

Kamis, 02 Agustus 2012

sharing perjalanan mengenakan Jilbab dengan adik2 pesantren di Masjid Al Marhamah


Assalamu’alaikum Wr. Wb...

Alhamdulillah.. alhamdulillahirrobil ‘alamin.. wa shola tu wassala mu’ala ashrofil ambiya iwalmursalin.. wa ‘ala alihi wa shohbihi rasulillahi ajma’in.. amma ba’du...

Puji dan syukur marilah sama2 kita haturkan kehadirat Allah SWT atas rahmat karunia serta hidayah dari Nya .. sehingga kita semua dapat berkumpul pada pagi hari ba’da shubuh ini dengan kondisi fisik yang sehat jasmani... siapakah yang meringankan langkah kita untuk mengunjungi rumah Allah ini kalau bukan atas izin dari Nya...

Shalawat beriring salam marilah kita doakan kepada Allah SWT agar disampaikan kepada Nabiyallah Muhammad SAW... apabila kita tahu bagaimana perjuangan Rosulullah untuk mengajarkan Islam kpd umat manusia dahulunya, rasanya hati ini akan tersentuh,,, bagaimana begitu susahnya Islam  masuk kala itu secara sembunyi-sembunyi.. alhamdulillah sekarang kita dapat menikmati Islam dan belajar mengenai agama Islam secara terang-terangan.. oleh karenanya mari sama-sama mengucapkan Allahumma sholi ala sayyidina muhammad wa ‘ala ali muhhammad.. semoga Allah memberikan kesejahteraan utk Rasulullah...

Yang terhormat para instuktur dan adik2 pesantren Ramadhan yang dirahmati Allah SWT..

Perkenalkan nama saya Amanda Putri Wisuda.. biasa dipanggil Manda.. saat ini pekerjaan saya adalah “Pengacara” alias pengangguran banyak acara... dimana saya merupakan  tamatan dari salah satu universitas yang menyandang nama Indonesia yang berada di Depok, Jawa Barat..

Saya mengucapkan Alhamdulillah dan banyak terima kasih kepada Pak Wan, yang kemarin menawarkan dan meminta saya untuk sedikit sharing atau berbagi cerita kepada adik-adik sekalian.. mengenai bagaimana kesan dan pesan sewaktu saya mengikuti pesantren kira-kira  8 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2004 sewaktu kelas 1 SMA... dan bagaimana Allah memberikan hidiyah kepada saya.. bagaimana bisa sampai saya mengenakan jilbab hingga saat sekarang ini...

Mungkin saya akan sedikit bercerita kepada adik-adik... namun sebelumnya saya ingin bertanya.. “maukah adik2 mendengar bagaimana perjalanan saya hingga saat ini dapat mengenakan jilbab?”..

Alhamdulillah.. mungkin bagi para kaum  hawa bisa dijadikan motivasi dan bagi para kaum adamnya, mungkin saja sehabis mendengar cerita saya ini bisa sharing sama pacarnya atau sama ibunya yang belum memakai jilbab...

Tapi sebelum memulai cerita saya ini.. ada baiknya kita bersama2 membaca surah Al Fatihah.. Agar Allah SWT melunakkan hati kita yang telah keras karena terlalu banyak melakukan perbuatan-perbuatan maksiat yang Allah SWT larang... semoga dengan Al Fatihah ini, Allah berikan kita hidayah dan Allah SWT tambahkan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi kita.. Al Fatihah.

Jadi.. alah siap adiak2 mandangaan carito kakak (Jadi apakah adik-adik sudah bersiap mendengar cerita kakak) ?...

Waktu itu sekitar tahun 2004, saya mengikuti pesantren Ramadhan di Mesjid yang Allah berikan saya kecintaan terhadap mesjid ini.. waktu itu saya duduk di kelas 1 SMA.. tepatnya di SMA 2 Padang. Ado nan sakolah di SMA 2 Padang ndak (Ada yang bersekolah di SMA 2 Padang) ?

Sewaktu bersekolah disana.. saya belum sama sekali menggunakan hijab atau jilbab. Sewaktu di SMA 2 itu adiak-adiak, ado namonyo ektrakulikuler Bengkel Seni (sewaktu di SMA 2 itu adik-adik, ada ekstrakulikuler yang bernama Bengkel Seni).. salah satunya ada bidang Modern Dance.. lai tabayang, jaman dahulu, bara lah ka indak sanonohnyo pakaian ambo... rok ketat, baju singkek, ikuik pulo ekstrakulikuler modern dance (bisakah dibayangkan, jaman dulu, bagaimana tidak senonohnya pakaian saya.. rok ketat.. baju pendek.. ikut pula ektrakulikuler modern dance) ...

Memang tidak disalahkan untuk aktif dalam kegiatan di sekolah.. namun.. pada waktu itu saya tidak memilah-milah mana kegiatan yang patut diikuti sebagai seorang muslimah mana yang tidak..
Dulu.. mancaliak akhwat2 yang ikuik acara rohis di sakolah, kakak galakan jo kawan2 sagenk.. kecek kami “mangalah uni2 tu haa.. bajilbab sadalam itu.. barok sadalam itu.. lai ndak ka tataruang nyo tuuu.. lai amanyo tu..” na’udzubillah mindzalik.. yo subana jahiliyah kakak ko dulu mah.. (melihat akhwat-akhwat yang ikut acara rohis di sekolah, kakak mentertawakan dengan teman-teman segenk.. kami berkata “Ngapain sih kakak-kakak itu. Jilbab kok dalam banget sih.. rok juga dalam.. gak takut jatuh apa? Aman gak tuh mereka? na’udzubillah mindzalik.. benar-benare jahiliyah kakak dulu..)

Karena apa? Mungkin yang pertama dek pergaulan (karena pergaulan).. dek lingkungan (karena lingkungan).. lingkungan sekitar adalah orang-orang  yang terkena arus westernisasi/ barat.. kalau baju ketat sarawa ketat itu alah gaul bana... lah lupo apo lah subananyo tujuan awak iduik di dunia ko (kalau baju ketat, celana ketat itu sudah gaul banget.. sudah lupa apa sebenarnya tujuan kita hidup di dunia ini)... yang mana seharusnya.. menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi seluruh larangan dari Nya..

Baa kecek lagu Opick (seperti lagu Opick).. salah satu obat hati adalah berkumpul dengan orang-orang yang sholeh..

Kalau kata Allah SWT dalam firman Nya Surat Al Kahfi ayat 28 (hal 298), yang artinya:
“Dan bersabarlah kamu dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya pada senja dan sore hari dengan mengharap keridhoan-Nya dan janganlah kedua matamu berpaling mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dalam mengingat Kami, serta mengikuti keinginannya dan keadaanya sudah melewati batas.”

Jadi kakak yang dulu di zaman jahiliyah itu.. adalah orang yang hanya cinta dunia.. melihat senangnya saja.. melihat indahnya “perhiasan dunia” semata.. dan rasanya ikut serta lalai dan mengikuti orang-orang yang hatinya dilalaikan Allah SWT dalam mengingatnya..  Jadi yang diingat itu hanya bagaimana tampak keren, galu dimata teman-teman.. tapi lupa dan sama sekali buta akan adanya Hari Pembalasan..

Sebagaimana yang kita tahu bahwa apa yang kita kerjakan di dunia ini pasti akan kita pertanggung jawabkan nanti di akhirat.. itu JANJI Allah SWT..

Selanjutnya...

Sabda Rasulullah SAW.. dalam Al-Hadits shoheh Al-Bukhari yang diriwayatkan dari Abi Musa:
“Perumpamaan teman bergaul yang sholeh dan teman bergaul yang jelek adalah sebagaimana penjual minyak wangi dan ubupan (perapian) pande besi. Penjual minyak wangi tidak akan melewati kepadamu, adakalanya kamu akan membeli minyak wangi itu darinya (atau paling tdak) kamu akan mendapatkan bau wanginya. Dan (sedangkan)pande besi akan membakar badanmu atau pakaianmu atau (paling tidak) akan kamu daptkan bau sengitnya.”

Jadi kalau adik-adik sekalian berteman dengan orang-orang yang sholeh.. dimana mereka Insya Allah akan selalu mengingatkan hal-hal yang baik.. karena kita akanberpacu hidup di dunia ini untuk melakukan perbuata-perbuatan yang baik yang di ridhoi oleh Allah SWT.. sebagaimana yang disebutkan oleh hadits diatas.. kalau bakawan jo panjua minyak wangi manempel baun mnyak wangi tu ka awak..  (kalau beteman dnegan orang penjual minyak wangi menempel bau minyak wangi itu ke kita).

Jadi adik-adik.. kawan-kawan sekalian.. cobalah dari sekarang.. kita sama-sama “memilih teman”. Maksudnya kita berteman dengan siapa saja.. namun cari sahabat atau teman dekat yang hatinya terpaut dengan Allah SWT.. jadi hal-hal yang buruk, misalkan hal-hal yang tidak diridhoi oleh Allah terminimalisir kita melakukanya.. karena ada teman yang baik tadi yang akan mengingatkan... Insya Allah.

Nah kembali ke cerita diatas.. cerita seorang “Manda” yang masih terkukung di Masa Jahiliyah Modern dengan segala pakaian yang jauh dari perintah Allah.. dimana kata Allah SWT bahwa menutup aurat itu adalah WAJIB hukumnya..

Sebagaimana yang kita tahu dalam firman Allah SWT dalam surah Al Ahzah : 59
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri –istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin; Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya** keseluruh tubuh mereka. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu, dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

**Jilbab adalah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka, dan dada.

Qur’an Surah An Nuur : 31
“Katakanlah kepada wanita yang berimana:”Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan kemaluanya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasanya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasanya kecuali pada sumai mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakimu agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Sampai adanya himbauan dari Walikota Padang saat itu.. bahwa murid SD, SMP, dan SMA diwajibkan untuk mengikuti pesantren Ramadhan. Kalau waktu pesantren Ramadhan saat itu, dimana kegiatan pesantren dimulai dari ba’da Shubuh lalu pulang, lalu sekitar pukul 8 pagi kembali ke Masjid belajar sampai sebelum shalat Zuhur. Lalu ba’da Taraweh berkumpul kembalu untuk Tadarusan.

Jadi kegiatan kamu selama seminggu , penuh dan dekat dengan Masjid dikala itu. Kegiatan dirolling.. 1 minggu pertama pesantren Ramadhan untuk anak SD.. 1 minggu selanjutnya untuk anak SMP.. dan 1 minggu terakhir untuk anak SMA.

Di kala itu walau dalam keadaan belum menggunakan jilbab, hati ini telah jatuh cinta dengan rumah Allah ini yaitu  Masjid Al Marhamah. Lagi-lagi semua itu atas izin Allah SWT. Karena Allah-lah yang meniupkan rasa cinta ini bukan?

1 bulan Ramadhan rsanya kakak begitu dekat dan sengang mengunjungu rumah Allah ini. Dengan adanya Bapak dan Ibu instruktur dikala itu... ada Pak Wan, Pak Is, Pak Zen, Pak Hen, Bu As, Bu Dona, Pak Edi. Tak henti beliau-beliau tesebut memberi siraman-siraman rohani. Kakak berdoa semoga Allah SWT panjangan umur beliau-beliau dangan sisa umur yang diberi keberkahan dan kemuliaan dari Allah SWT. Karena rasanya Allah memberikan hidayah-Nya melalui ustad dan sutazah tersebut...

Namun kakak telalu terbuai.. mengkin dikala itu melaksanakan perintah Allah SWT atua melaksanakan pesantren Ramadhan belum niatnya lillahi ta’ala..

Selepas bulan suci Ramadhan tahun 2004 itu dan kembali sekolah, lagi-lagi “Manda yang jahiliyah” kembali muncul. Naik kelas 2 SMA, kakak mulai mencari-cari “apa yang bisa membuat hari ini tenang terus menerus Ya Allah?”

Akhirnya tahun 2005 pertanyaan tersebut terjawab. Lagi-lagi Allah SWT mengizinkan kakak untuk mengikuti pesantren Ramadhan untuk kedua kalinya. Nah pada saat itulah.. pada suatu siang.. kalau tidak salah sebelum shalat Zuhur, Pak Wan memanggil....

Pak Wan: “Manda kamarilah.. (Manda kemarilah)”. Datanglah kakak menghampiri Pak ustad Wan.. beliau berkata:”Jadi bilo Manda berencana ka mamakai jilbab? (Jadi kapan Manda berencana akan memakai jilbab?)”... rasanya begitulah pertanyaan Pak Wan.

Di kala itu, di saat hati yang tengan haus akan siraman rohani, langsung merasa terhenyuh dengan pertanyaan dari Pak Wan. Saat itu kakak hanya tertunduk dan mesem-mesem sendiri.

Lai tau mesem-mesem kan? (tau mesem-mesem gak?).. senyum-senyum sambil mengangguk-angguk.. :D
Lalu beliau menambahkan dengan pertanyaan: “bilo Manda mula akhil baligh? (kapan Manda mulai akhil baligh?)”. Saya menjawab: “kiro-kiro umua 13 tahun Pak (kira-kira umur 13 tahun Pak).”

Beliau menambahkahkan: “kini bara umua Manda? (sekrang berapa umur Manda)”. “19 tahun Pak”. Tiba-tiba beliau berkata: “cubo Manda bayangkan doso Manda selama 3 tahun tidak memakai jilbab! (coba mand bayangkan dosa Manda selama tiga tahun tidak memakai jilbab)”

Astagfirullah al’adzim...

Kata-kata yang halus namun tegas dan sangat menusuk di qolbu. Seketika kakak langsung merinding bulu roma. Lalu rsanya ingin menangis, membayangkan segala macam dosa-dosa besar yang tidak henti-hentinya kakak lakukan. Rasanya dulu itu kakak malah SANGAT BANGGA melakukan perbuatan-perbuatan dosa tersebut.

Mulai dari dosa memakai baju-baju ketat, memakai celana ketat, rok ketat, semua serba ketat.. belum lagi dosa tidak memakai jilbab.. dosa berpacaran.. dosa melawan kepada orang tua..

Astagfirullah al’azim..

Entah berapa banyak dosa-dosa besar yang telah hamba lakukan Ya Allah.. masih adakah pintu maaf untuk hamba-Mu yang penuh dosa ini Ya Allah..

Pada tanggal 1 November 2005 kakak hijrah kalau tidak salah 1 hari sebelum lebaran)... hijrah dari seorang “Manda yag tervelenggu pada zaman jahiliyah modern” dengan kenakalan-kenakalannya.. menuju Manda yang menggunakan hijab. Dengan diatan untuk semakin mendeatkan diri kepada Allah SWT dan berusaha menjalankan sunnah Rasulullah SAW.. dalam doa tak pernah putus doa kepada Allah SWT untuk diampunkan segala macan dosa-dosa kakak yang tak terhitung tersebut....

Sebagaimana firman Allah SWT dam surah  Al Qasas : 67
“ Maka adapun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan kebajikan, maka mudah-mudahan dia termasuk orang yang beruntung.”

Firman Allah Surah Ali Imran : 133
“ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya seluar langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.”
Masih teringat waktu  itu... hanya dengan bermodalkan 1 helai celana jeans, 1 helai baju kaos, 1 manset, 1 jilbab, akhirnya kakak resmi menggunakan jilbab.. walau waktu itu masih istilahnya “berjilbab gaul”.. hehhehee...

Kini terasa nikmat sekali adik-adik, setelah kakak memutuskan menggunakan jilbab atau menutup aurat.. Dulu sekolah kakak di Smandu. Pulang naiak angkot putiah. Turun di simpang ujuang Gurun. Bajalan dari ujuang tu ka rumah kakak di komplek Pondok Mungil. Dikala masih emnjadi “manda yang terbelenggu dalam masa kejahiliahan di zaman modern” ndeee... ndak manga-manga do, antah lah sia-sia tu apak-apak mensuit-suit ndak jaleh.. (Dulu kakak bersekolah di Smandu. Pulang naik angkot putih. Turun di persipangan Ujung Gurun. Berjalan dari ujung persimpangan tersebut menuju rumah kakak di Komplek Pondok Mungil. Dikalamasih menjadi “manda yang terbelenggu dalam masa kejahiliahan di zaman modern”.. aduuhh bagaimana ya... entah siapa-lah bapak-bapak yang jahil menggoda).

Tabayang baliak doso (terbayang agi dosa). Bagaimana orang lai berdosa akibat melihat aurat kita yang terbuka itu.. sudah kita berdosa karena tidak menggunakan jilbab/ menutup aurat, Berdosa pula membuat orang lain berdosa karena melihat aurat kita. Berkali-kali lipat dosa ini..

Astagfirullah al’adziim...

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kakak, adik-adik sekalian, orangtua kita.. kakak adik kita rahmat, hidayah.. untuk melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangan-nya.

Karena adik-adik.. kata Allah SWT dalam surah Al An’am ayat 32
“Dan tiadalah kehidupan Dunia ini selain main-main dan senda gurau belaka, dan sungguh kampung Akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidaklah kamu memahaminya!”

Firman tersebut ditegaskan kembali dalam surah Al Ankabut ayat 64:
“Maka tidaklah kehidupan Dunia ini melainkan senda-gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.”
Banyak maaf.. yang benar itu hanya datangnya dari Allah Azza Wa Jalla Sang Pemilik Kehidupan dan kesalahan pastinya datng dari hamba yang dhoif ini .. semoga Allah SWT memudahkan urusan kita dan memudahkan ilmu masuk ke dalam otak kita.. agar nantinya kita dapat berguna untuk siapa saja.

Sebagaimana hadits Rasulullah SAW bahwa:
“ sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banya manfaatnya bagi orang lain.” (HR. Bukhari)

Wabillahi taufik wal hidayah assalamu’alaikum wr.wb..

Sabtu, 28 Juli 2012

my 2nd recipe :p


Asaalamu’alaikum wr.wb...
Ditengah kesibukan (baca: sok sibuk) dgn agenda bulan Ramadhan diantaranya jagain ponakan (hehehe)... alhamdulillah ada waktu luang untuk share beberapa recipe masakkan yang gw dapet dari mama.. mumpung lagi di kampung halamn jadikan bisa minta ilmu dari beliau.. hehehee..
Mudah2an resep masakan yang di share bisa berguna buat gw dikemudian harinya... alhamdulillah kalo bisa bermanfaat juga buat yang baca ini blog.. kali aja habis ini pada langsung ke pasar beli bahan2 masakan trus masak resep ini karena dapet inspirasi atau malah resepnya dimodif.. secara ini resep standart utk para pemula yg belajar masak macam gw... hehehhe...
Kali ini gw pengen share resep sayur Cah Kangkung.. so easy right? Selain itu sayur sangat baik untuk kesehatan.. gitu sih kata dokter2 di luar sana.. :D
Bahan:
1 ikat sayur kangkung
1 sendok cabe giling
½ sendok garam
1 saset saos tiram
Bawang merah – bawang putih
1 gelas air (secukupnya)
Cara:
1) Cuci bersih kangkung
2) Tumis bawang merah & bawang putih
3) Masukkan cabe giling
4) Masukkan saos tiram
5) Masukkan kangkung
6) Masukkan air
7) Masukkan garam
8) Tutup kuali, masak ± 3menit, jangan lupa dibolak balik sayurnya (cukup 1 kali), masak dengan api besar
9) Sayur Cah Kangkung siiiaappp disantap.. hehheh... ^_^

Cah Kangkung



Resep selanjutnya yaitu Ikan Tandeman Lado Hijau + Pete .. hmmmm...
Bahan:
Ikan Tandeman
Rimbang
Pete
½ sendok garam
½ sendok cuka
Cabe hijau yang sudah digiling
Cara:
1) Cuci bersih ikan. Setelah bersih beri 1 sendok makan cuka. ½ sendok garam. Aduk.
2) Cuci rimbang dan pete.
3) Masak ikan , tiriskan.
4) Masak rimbang, tiriskan.
5) Masak pete, tiriskan.
6) Masak cabe hijau
7) Tambahkan cabe hijau dgn cuka ½ sendok teh agar tidak amis
8) Campurkan ikan + rimbang + pete + cabe hijau, Ikan tandeman lado hijauu siiiaapp disantap :D

Ini dia penampakkanyaaa:

Ikan Tandeman Cabe Hijau



Resep ketiga yaituuuuu Sayur Sawi Kuah Bening...
Bahan:
1 ikat sayur sawi
Bawang merah dan bawang putih
½ sendok garam
1 gelas air
Cara:
1) Cuci bersih sayur sawi, tiriskan.
2) Tumis bawang merah dan bawang putih
3) Masukkan air
4) Masukkan sayur sawi.
5) Masukkan garam.
6) Tutup kuali. Bolak-balik sayur.
7) Sayur siiiaapp disantaapppp.... :p

Sayur Sawi







Belajar Menjaga Wudhu'


Assalamu’alaikum wr.wb..

Alhamdulillah sudah masuk 10 Syawal (bagi yang mulai berpuasa pada tanggal 20 juli)..
Subuh yang penuuh barokah di kampung halaman.. dengan udara yang begitu sejuk.. mungkin ini salah satu cara udara bertasbih memuji Allah SWT dengan “mengeluarkan” udara yang begitu sejuk pada pagi ini.. wallahu a’lam.

                Firman Allah:

                “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada didalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada satupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti mereka. sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS 17:44)
Anyway, semalam (29 Juli 2012) tausiyah dari ustad M.Yahya Azami, MA di Masjid Al-Marhamah, ba’da Isya, menurut saya sangat menarik. Sesuatu hal yang sebenarnya tidak susah dikerjakan namun sering kita lupakan.. yaitu Menjaga Wudhu..

Sang ustad memulai tausiyah dengan mengatakan sabda dari Rasulullah SAW bahwa hal-hal yang dapat mengugurkan dosa dan mengangkat derajat, salah satunya adalah dengan menyempurnakan wudhu walau sulit... berikut sabda Rasulullah tersebut:

                “Maukah kalian aku tunjukkan tentang sesuatu (amalan) yang dengannya Allah menghapuskan dosa-dosa, dan mengangkat derajat-derajat?” Mereka berkata, “Mau, wahau Rasulullah!!” Beliau bersabda, “(Amalan itu) adalah menyempurnakan wudhu’ di waktu yang tak menyenangkan, banyaknya langkah menuju masjid, dan menunggu sholat setelah menunaikan sholat. Itulah pos penjagaan.” [HR. Muslim (586)]

Ustad tersebut melanjutkan,

Bersabda Rasulullah SAW:

                “Rasulullah SAW pernah mendatangi perkuburan seraya bersabda, “Semoga keselamatan bagi kalian wahai rumah kaum mukminin. Aku sangat ingin melihat saudara-saudara kami.” Mereka (para sahabat) berkata, “Bukankah kami adalah saudara-saudaramu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “kalian adalaha para sahabatku. Sedang saudara kami adalah orang-orang yang belum datang berikutnya”. Mereka berkata, “Bagaimana anda mengenal orang-orang yang belum daatang berikutnya dari kalangan ummatmu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Bagaimana pandanganmu jika seseorang memiliki seekor kuda yang puth wajah, dan kakinya diantara kuda yang hitam pekat. Bukankah ia bisa mengenal kudanya”. Mereka berkata, “Betul, wahai Rasulullah”. Beliau bersabda, “Sesungguhnya mereka (umat belua) akan datang dalam keadaan putih wajah dan kakinya karena wudhu’. Sedang aku akan mendahulu mereka menuju telaga. Ingatlah, sungguh akan terusir beberapa orang dari telagaku sebagaimana onta tersesat terusir. Aku memanggil mereka, “Ingat kemarilah!!” Lalu dikatakan (kepadaku), “Sesungguhnya mereka melakukan perubahan setelahmu.” Lalu dikatakan (kepadaku(), :Sesungguhnya mereka melakukan perubahan setelahmu.” Lalu aku katakan, “Semoga Allah menjauhkan mereka.” [HR.Muslim dalam Ath-Thoharoh, bab: Istihbab Itholah Al Ghurroh (583)].

Dikatakan bahwa nanti di Padang Mahsyar, Rosulullah SAW akan sangat mudah mengenali dan melihat siapa saja ummatnya... yaitu dengan melihat wajahnya bercahaya... tangannya bercahayaa.. semua anggota badan yang digunakan untuk berwudhu bercahaya... subhanallah... sebuah amalan yang menurut logika tidaklah sulit namun sering sekali kita lalaikan... Astagfirullah...

Ditambahkan, Berkata Rasulullah SAW:

                “Nabi SAW pernah bersabda kepada Bilal ketika sholat Fajar, “Wahai Bilal, ceritakan kepadaku tentang amalan yang paling engkau harapkan yang pernah engkau amalkan dalam Islam, karena sungguh aku telah mendengarkan detak kedua sandalmu di depanku dalam surga”. Bilal berkata, “Aku tidaklah mengamalkan amalan yang paling aku harapkan di sisiku. Cuma saya tidaklah bersuci di waktu malam atau siang, kecuali aku sholat bersama wudhu’ itu sebagaimana yang telah ditetapkan bagiku.” [HR. Al-Bukhoriy dalam Al-Jum’ah, Bab: Fadl Ath-Thoharoh fil lail wan nahar (1149), dan Muslim (6247)].

Dikisahkan,

                Bilal Bin Rabah adalah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW meski dalam strata sosial posisinya sangat lemah, namun tidak dimata Allah SWT. Ada satu riwayat yang membuktikan bertapa Allah SWT memberikan kedudukan yang muliah di sisi-Nya. Suatu hari Rasulullah memanggil Bilal untuk menghadap, Rasulullah ingin mengetahui langsung, amala kebajikan apa yang menjadikan Bilal mendahului berjalan masuk surga ketimbang Rasulullah, “Wahai Bilal, aku mendengar gemerisik langkahmu di depanku di dalam surga, setiap malam aku mendengar gemerisikmu”. Dengan wajah tersipu tapi tak bisa menyembunyikan raut bahagianya, Bilal menjawab pertanyaan Rasulullah. “Ya Rasulullah, setiap kali aku berhadats, aku langsung berwudhu dan shalat sunnah dua rakaat.” (Sumber: http://vickafarahdiba.blogspot.com/2011/05/bilal-bin-rabah.html

Subhanallah... dari sabda Rasulullah serta kisah diatas bahwa seorang Bilal Bin Rabah dimana bunyi sendalnya telah terdengar dari surga yakni karena Bilal selalu menjaga wudhu nya... masih di dunia Bilal (ketika itu), namun Surga sudah merindukannya.. Subhanallah...

Bisakah kita manusia yang dhaif (lemah) ini mengamalkanya? Mudah2an Allah SWT bantu kita untuk itiqomah menjalankan perintah-Nya dan sunnah Rasulullah SAW.. aamiiinnnn YRB..

                

Kamis, 26 Juli 2012

cendol delima isi ubi dan nagka


Assalamu’alaikum wr. Wb..
Semenjak jadi “pengacara” alias Pengangguran Banyak Acara, heheh... kerjaan gw bantu2 nyokap masak di dapur (padahal biasanya males2an tuh, heheh)..
Mumpung bulan Ramadhan belajar bikin tajil sama nyokap...
Resep perdana yang ingin gw share di blog ini gw kasih nama (karena gk tau nama umumnya) adalah: “cendol delima isi ubi dan nangka”..
Ini nama resep panjang amat yaaaa... tapi gpp lah.. namanya juga pemula.. iseng2 berhadiah untuk masak.. mana tau habis liat resep masakan langsung di lamar.. iya di lamar untuk disuruh kerja jadi koki restaurant gitu ... hehehhe...
And here the recipe..
Bahan:
                2 gelas buah delima
                5 bh ubi
                Buah nangka sesuai selera
                Santan
                2 sendok ukuran besar gula putih (10 sendok makan/sesuai selera)
                1 sendok teh garam
                Daun pandan
                Cara:
                1. Bersihkan ubi, delima, dan nangka.
                2. Potong ubi berbentuk dadu/sesuai selera, cuci, rendam di baskom dgn air.
                3. Potong nangka berbentuk dadu/sesuai selera, tiriskan.
     4. Rebus air, mendidih, masukkan delima, kalau sudah matang delima bakal naik kepermukaan. Matikan api, cuci dengan air biasa agar delima yang masih panas tadi tidak lengket, tiriskan.
5. Rebus ubi sampai empuk, tiriskan.
6.  Masukkan santan + 5 gelas air + garam + gula + daun pandan (trik: aduk sesekali, tapi kalau sudah hampir mendidih aduk terus menerus), biarkan hingga mendidih.
7. Campurkan delima, ubi, dan nangka yang telah ditirikan tadi ke dalam santan yang telah mendidih dan,
8. Cendol delima isi ubi dan nagka siiiaappp disantap untuk buka puasa ;)

nahhh ini dia penampakkan dari "cendol delima isi ubi dan nangka"...

happy breakfasting buat nanti yang berbuka puasaaa yaaa... ^_^


Rabu, 25 Juli 2012

Hukum wanita Haid membaca&menyentuh Al-Qur'an


HUKUM BAGI WANITA HAID MEMBACA AL-QUR’AN
                Bagi wanita yang menjalani masa haid diperbolehkan membaca Al-Qur’an, akan tetapi tidak boleh menyentuh mushafnya. Di samping itu ada pula hadits yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi dari Ibnu Umar yang berstatus sebagai hadits marfu’:
                “Wanita yang tengah menjalani masa haid dan juga sedang dalam keadaan junub tidak boleh sama sekali membaca Al-Qur’an.” (HR. At-Tirmidzi)
                Di dalam sana hadits ini terdapat seorang perawi yang bernama Ismail Bin Iyyas, hadits ini telah disebutkan oleh Al-Aqili di dalam kitabnya yang berjudul Adh-Dhu’fa Al-Kabir. Ia berkata: Telah diberitahukan kepada kami oleh Abdullah bin Ahmad, ia mengatakan: Aku pernah mengemukakan sebuah hadits kepada ayahku, bahwa kami diberitahukan oleh Al-Fadhal bin Ziyad Ath-Thasti, ia mengatakan: Kami telah diberitahu oleh Ismail bin Iyyas dari Ibnu Umar, dari Nabi, dimana beliau bersabda:
                “Wanita yang tengah menjalani masa haid dan junub tidak boleh sama sekali membaca Al-Qur’an.”
                Lalu ayahku berkata:”Hadits ini tidak dapat diterima, karena Ismail bin Iyyas merupakan perawi yang ditolak.”

HUKUM BAGI WANITA HAID MENYENTUH AL-QUR’AN
                Diharamkan bagi wanita yang sedang haid menyentuh Al-Qur’an. Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT:
                “Tidak menyentuhnya (Al-Qur’an), kecuali hamba-hamba yang disucikan.” (Al-Waqiah:79)
                Juga sabda Rasulullah SAW:
                “Janganlah kamu menyentuh Al-Qur’an kecuali dalam keadaan suci.” (HR.Al-Atsram)

MENGENAI SENTUHAN WANITA TERHADAP AL-QUR’AN
                Wanita muslimah diperbolehkan menyentuh Al-Qur’an setiap saat kecuali pada dua keadaan, yaitu: Pertama, ketika sedang menjalan masa nifas dan haid. Kedua, pada saat berhadats besar. Yang dimaksud dengan hadats besar disini adalah yang diakibatkan oleh hubungan badan antara suami dan istri. Sedangkan hadats kecil, yaitu keluarnya sesuatu dari dua jalan pembuangan kotoran, yang padanya diharuskan untuk mencuci kemaluanya terlebih dahulu dan setelah itu tidak dilarang menyentuh Al-Qur’an. Hal itu didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
                “Tidak diperbolehkan menyentuh Al-Qur’an kecuali orang-orang yang suci.” (HR. Al-Haitsami)
                Al-Haitsami di dalam kitabnya Majma ‘Az-Zawaid mengatakan: Rijal (para perawi) hadits pada riwayat ini mautsuq (dapat dipercaya).
                Hadits diatas menunjukkan, bahwasanya tidak diperbolehkan bagi wanita muslimah menyentuh Al-Qur’an melainkan dalam keadaan suci.

Wallahu a'lam bish shawabi.

(Sumber: Syaikh kamil Muhmmad ‘Uwaida, Fiqih Wanita Edisi Lengkap, Hal. 77 dan 66)