Kamis, 26 Juli 2012

cendol delima isi ubi dan nagka


Assalamu’alaikum wr. Wb..
Semenjak jadi “pengacara” alias Pengangguran Banyak Acara, heheh... kerjaan gw bantu2 nyokap masak di dapur (padahal biasanya males2an tuh, heheh)..
Mumpung bulan Ramadhan belajar bikin tajil sama nyokap...
Resep perdana yang ingin gw share di blog ini gw kasih nama (karena gk tau nama umumnya) adalah: “cendol delima isi ubi dan nangka”..
Ini nama resep panjang amat yaaaa... tapi gpp lah.. namanya juga pemula.. iseng2 berhadiah untuk masak.. mana tau habis liat resep masakan langsung di lamar.. iya di lamar untuk disuruh kerja jadi koki restaurant gitu ... hehehhe...
And here the recipe..
Bahan:
                2 gelas buah delima
                5 bh ubi
                Buah nangka sesuai selera
                Santan
                2 sendok ukuran besar gula putih (10 sendok makan/sesuai selera)
                1 sendok teh garam
                Daun pandan
                Cara:
                1. Bersihkan ubi, delima, dan nangka.
                2. Potong ubi berbentuk dadu/sesuai selera, cuci, rendam di baskom dgn air.
                3. Potong nangka berbentuk dadu/sesuai selera, tiriskan.
     4. Rebus air, mendidih, masukkan delima, kalau sudah matang delima bakal naik kepermukaan. Matikan api, cuci dengan air biasa agar delima yang masih panas tadi tidak lengket, tiriskan.
5. Rebus ubi sampai empuk, tiriskan.
6.  Masukkan santan + 5 gelas air + garam + gula + daun pandan (trik: aduk sesekali, tapi kalau sudah hampir mendidih aduk terus menerus), biarkan hingga mendidih.
7. Campurkan delima, ubi, dan nangka yang telah ditirikan tadi ke dalam santan yang telah mendidih dan,
8. Cendol delima isi ubi dan nagka siiiaappp disantap untuk buka puasa ;)

nahhh ini dia penampakkan dari "cendol delima isi ubi dan nangka"...

happy breakfasting buat nanti yang berbuka puasaaa yaaa... ^_^


Rabu, 25 Juli 2012

Hukum wanita Haid membaca&menyentuh Al-Qur'an


HUKUM BAGI WANITA HAID MEMBACA AL-QUR’AN
                Bagi wanita yang menjalani masa haid diperbolehkan membaca Al-Qur’an, akan tetapi tidak boleh menyentuh mushafnya. Di samping itu ada pula hadits yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi dari Ibnu Umar yang berstatus sebagai hadits marfu’:
                “Wanita yang tengah menjalani masa haid dan juga sedang dalam keadaan junub tidak boleh sama sekali membaca Al-Qur’an.” (HR. At-Tirmidzi)
                Di dalam sana hadits ini terdapat seorang perawi yang bernama Ismail Bin Iyyas, hadits ini telah disebutkan oleh Al-Aqili di dalam kitabnya yang berjudul Adh-Dhu’fa Al-Kabir. Ia berkata: Telah diberitahukan kepada kami oleh Abdullah bin Ahmad, ia mengatakan: Aku pernah mengemukakan sebuah hadits kepada ayahku, bahwa kami diberitahukan oleh Al-Fadhal bin Ziyad Ath-Thasti, ia mengatakan: Kami telah diberitahu oleh Ismail bin Iyyas dari Ibnu Umar, dari Nabi, dimana beliau bersabda:
                “Wanita yang tengah menjalani masa haid dan junub tidak boleh sama sekali membaca Al-Qur’an.”
                Lalu ayahku berkata:”Hadits ini tidak dapat diterima, karena Ismail bin Iyyas merupakan perawi yang ditolak.”

HUKUM BAGI WANITA HAID MENYENTUH AL-QUR’AN
                Diharamkan bagi wanita yang sedang haid menyentuh Al-Qur’an. Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT:
                “Tidak menyentuhnya (Al-Qur’an), kecuali hamba-hamba yang disucikan.” (Al-Waqiah:79)
                Juga sabda Rasulullah SAW:
                “Janganlah kamu menyentuh Al-Qur’an kecuali dalam keadaan suci.” (HR.Al-Atsram)

MENGENAI SENTUHAN WANITA TERHADAP AL-QUR’AN
                Wanita muslimah diperbolehkan menyentuh Al-Qur’an setiap saat kecuali pada dua keadaan, yaitu: Pertama, ketika sedang menjalan masa nifas dan haid. Kedua, pada saat berhadats besar. Yang dimaksud dengan hadats besar disini adalah yang diakibatkan oleh hubungan badan antara suami dan istri. Sedangkan hadats kecil, yaitu keluarnya sesuatu dari dua jalan pembuangan kotoran, yang padanya diharuskan untuk mencuci kemaluanya terlebih dahulu dan setelah itu tidak dilarang menyentuh Al-Qur’an. Hal itu didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
                “Tidak diperbolehkan menyentuh Al-Qur’an kecuali orang-orang yang suci.” (HR. Al-Haitsami)
                Al-Haitsami di dalam kitabnya Majma ‘Az-Zawaid mengatakan: Rijal (para perawi) hadits pada riwayat ini mautsuq (dapat dipercaya).
                Hadits diatas menunjukkan, bahwasanya tidak diperbolehkan bagi wanita muslimah menyentuh Al-Qur’an melainkan dalam keadaan suci.

Wallahu a'lam bish shawabi.

(Sumber: Syaikh kamil Muhmmad ‘Uwaida, Fiqih Wanita Edisi Lengkap, Hal. 77 dan 66)

Kamis, 28 Juni 2012

Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil

Bismillahirohmanirohiiim....

Siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil (Man Jadda Wa Jada)  ...

Teringat pepatah Arab tersebut dan saya merasakan betul "roh" dari pepatah tersebut...

Perjuangan selama bertahun-tahun untuk mendapatkan gelar sarjana Alhamdulillah kemarin sore (28 Juni 2012 atau 8 Sya'ban 1433 H , setelah sidang skripsi Allah permudah dan memberi nikmat kelulusan...

Ya... tak berhenti mengucap syukur dan bahagia atas nikmat yg telah Ia berikan,,

Akhirnya saya sarjanaa... sujud syukur dan hati benar2 terasa bahagia...

Teringat perjuangan 'mendapatkanya'.. walau tergolong agak lama... tetap saya berbangga dan bersyukur.. tidak semua orang diberi nikmat seperti saya ini bukan?

Mulai dari D3.. lulus.. lalu perjuangan ujian masuk program S1.. bagaimana mahalnya biaya kuliah di universitas yang menyandang nama Indonesia ini... bagaimana banyaknya tugas-tugas kuliah.. bangkit dari kemalasan (karna memang pemalas sih, hehhe)... dan sebagainya..

Akhirnya sampai juga kemarin ini pada semester terakhir... dimana pengerjaan skripsi diberi waktu kurang lebih 4bulan plus harus kuliah 8sks... perjuanganya subhanallaahh... kalau tidak di"backing" sama kebesaran Allaahh mungkin sekarang masih terlunta-lunta mengerjakan skripsi entah kapan selesainya..

Benar-benar nikmat Allah sangatlah luas..sangatlah besar...

Benar-benar.. apabila air di lautan dijadikan tinta.. dan pohon adalah pena-nya.. tak akan pernah cukup untuk menuliskan seberapa besar nikmat dan kebesaran Robb ku...

Alhamdulillah Robbiii... dengan perjuangan dan keringat sendiri.. ditambah dukungan moril, materil, tenang, pikiran dari keluarga, sahabat, teman, dosen, dan seeemuuaaa orangg... akhirnya i'm officially Amanda Putri Wisuda, S.IA :)

Tak akan berhenti disini perjuanganku Robb...

Di depan akan semakin banyak tantangan dan cobaan-cobaan yang mau seperti apapun harus bisa dilalui...

Mungkin inilah cara untuk mensyukuri nikmat dari Allah.. yaitu tidak pernah merasa puas dan mau terus belajar..

Alhamdulillaahh...

Semoga perjalanan kehidupan ini akan terasa cukup dan mampu dilewati apabila sudah Allah SWT sebagai "backinganya"...

Man Jadda Wa Jada...

Kamis, 03 November 2011

Mari bersyukur

Alhamdulillah kembali berucap syukur atas segala nikmat dari Nya

bayangkan saja siapa sangka kita bisa bangun kembali, setelah terlelap dari tidur semalam

tidak ada yang bisa menjamin, kita dapat hidup sampai esok, bahkan beberapa menit lagi, jangan2 kita telah di panggil oleh Nya

oleh karenanya mari menjadi hamba yang banyak bersyukur

Insya Allah dengan bersyukur kita memiliki kerendahan hati... hati yang lebih ikhlas dalam menjalani hidup..

karena sejatinya, kita sebagai makhluk Tuhan merupakan makhluk yang tidak ada apa2nya dibandingkan kekuasaan yang Ia miliki.

bagaimana tidak, jika Allah datangkan bala, misalkan bencana gempa sedikit saja kepada kita, kita yang 

awalnya adalah seseorang yang hebat, punya title tinggi, jabatan tinggi, harta berlimpah, langsung tersungkur 

ketakutan akan azab Tuhan, yang mungkin saja 'baru' dilihatkan sedikit saja secara langsung dengan

musibah tadi. Jelas disini bahwa kita adalah makhluk Tuhan yang diberi kelebihan oleh Nya, namun dengan 

jalan harus tetap bersyukur dan mengingat2 segala nikmat yang telah diberikan Nya

agar kita menjadi hamba yang semakin tebal iman dan taqwa semakin meningkat

agar kita lebih lapang.. tenang dalam menghadapi persoalan hidup

karena diatas semua ini, ada DIA yang Maha Kaya yang telah memberi kita kenikmatan hidup.

karena Allah pun telah berjanji : "siapa bagi hamba Ku yang bersyukur, maka akan Ku tambahkan nikmat 

kepadaya". Insya Allah...

so Mari Bersyukur ;)

Kamis, 20 Oktober 2011

Commuter Line Depok-Tnh Abg

Gw berangkat dari stasiun UI Depok pukul set6 pagi. Alhamdulillah bisa naik kereta Commuter Line tujuan Tanah Abang. Sperti yang telah gw prediksikan bahwa pastinya gw bakalan berdiri di kereta dan kondisi didalamnya sangat berdesak2an. Yang sampai saat ini gw tidak pernah habis pikir, sudah beberapa kali bergonta-ganti pejabat publik yang mana pastinya mengatur mengenai kebijakkan transportasi, harusnya transportasi umum (APALAGI) di ibukota, membaik dari waktu ke waktu. Tapi dari hasil di lapangan yang kita lihat ternyata semakin buruk angkutan trasnportasi publik yang ada di negeri ini, apakah itu kereta api, bus, kopaja, patas ac, sampai2 penerbangan pesawat sekalipun, masih saja banyak kekurangan kita disana sini. Masyarakat sampai detik ini masih merasa tidak terlayani dengan baik oleh alat transportasi umum yang regulasi nya sudah barang tentu diatur oleh pemerintah.

Cerita dimulai ketika gw yang sampai kini masih saja belum hafal stasiun2 yang dilalui KRL. Hal ini dapat dilihat bahwa intensitas penggunaan angkutan umum yaitu kereta api, sangat jarang sekali saya gunakan, kalau bisa saya hindari. Ibaratnya apabila ke suatu tujuan kalau bisa menggunakan patas ac, saya lebih memilih menggunakan bus tersebut walau menggunakan waktu yang lebih lama ketimbang naik kereta api. Minimal saya pikir, walaupun naik bus, saya akan naik dari terminal dan dapat dengan duduk nyaman diatasnya walau kondisi dijalanan luar macet. Tapi kalau naik kereta api jangan harap kalian dapat nyaman duduk dan terhindar dari perbuatan tidak sepantasnya dari orang lain, entah itu kecurian ataupun pelecehan seksual.

Kondisi tersebut diatas pastinya dapat terjadi tidak hanya di kereta api namun di bus atu pesawat sekalipun dapat terjadi. Saya hanya membandingkan tingkat kenyamanan (walaupun masih sangat rendah) antara KRL dan bus.

Kembali ke cerita di awal, pada saat saya mulai menghitung2 jumlah stasiun, tibalah di stasiun kira2 ke8 atau ke9. Pada saat itu saya naik gerbong wanita yang biasanya berada di ujung depan atau di ujung belakang dari kereta. Disana sudah sangat tertera jelas bahwa laki-laki dilarang naik dari pintu bagian Gerbong Wanita. Tapi entah mengapa tiba2 segerombolan pria2 yang saya yakin tidak pernah mau mematuhi setiap aturan dan mungkin mereka punya slogan 'aturan ada untuk dilanggar', malah semensa2 masuk ke gerbong wanita dengan berteriak2 seperti orang yang tidak berpendidikan dengan berkata : "alah Bu, kita ma*dul kok.." 

Dari nada mereka berbicara dan tertawa2 sudah merupakan suatu pelecahan besar bagi kami, terutama saya yang berada di gerbong wanita tersebut. Saya pikir orang yang seperti ini adalah manusia yang diberikan Tuhan akal tapi tidak digunakkan untuk berpikir. 

Kedepannya sangat berharap ada sanksi yang tegas dan menimbulkan efek jera bagi siapun orangnya yang melanggar aturan. 
Gw berangkat dari stasiun UI Depok pukul set6 pagi. Alhamdulillah bisa naik kereta Commuter Line tujuan Tanah Abang. Sperti yang telah gw prediksikan bahwa pastinya gw bakalan berdiri di kereta dan kondisi didalamnya sangat berdesak2an. Yang sampai saat ini gw tidak pernah habis pikir, sudah beberapa kali bergonta-ganti pejabat publik yang mana pastinya mengatur mengenai kebijakkan transportasi, harusnya transportasi umum (APALAGI) di ibukota, membaik dari waktu ke waktu. Tapi dari hasil di lapangan yang kita lihat ternyata semakin buruk angkutan trasnportasi publik yang ada di negeri ini, apakah itu kereta api, bus, kopaja, patas ac, sampai2 penerbangan pesawat sekalipun, masih saja banyak kekurangan kita disana sini. Masyarakat sampai detik ini masih merasa tidak terlayani dengan baik oleh alat transportasi umum yang regulasi nya sudah barang tentu diatur oleh pemerintah.

Cerita dimulai ketika gw yang sampai kini masih saja belum hafal stasiun2 yang dilalui KRL. Hal ini dapat dilihat bahwa intensitas penggunaan angkutan umum yaitu kereta api, sangat jarang sekali saya gunakan, kalau bisa saya hindari. Ibaratnya apabila ke suatu tujuan kalau bisa menggunakan patas ac, saya lebih memilih menggunakan bus tersebut walau menggunakan waktu yang lebih lama ketimbang naik kereta api. Minimal saya pikir, walaupun naik bus, saya akan naik dari terminal dan dapat dengan duduk nyaman diatasnya walau kondisi dijalanan luar macet. Tapi kalau naik kereta api jangan harap kalian dapat nyaman duduk dan terhindar dari perbuatan tidak sepantasnya dari orang lain, entah itu kecurian ataupun pelecehan seksual.

Kondisi tersebut diatas pastinya dapat terjadi tidak hanya di kereta api namun di bus atu pesawat sekalipun dapat terjadi. Saya hanya membandingkan tingkat kenyamanan (walaupun masih sangat rendah) antara KRL dan bus.

Kembali ke cerita di awal, pada saat saya mulai menghitung2 jumlah stasiun, tibalah di stasiun kira2 ke8 atau ke9. Pada saat itu saya naik gerbong wanita yang biasanya berada di ujung depan atau di ujung belakang dari kereta. Disana sudah sangat tertera jelas bahwa laki-laki dilarang naik dari pintu bagian Gerbong Wanita. Tapi entah mengapa tiba2 segerombolan pria2 yang saya yakin tidak pernah mau mematuhi setiap aturan dan mungkin mereka punya slogan 'aturan ada untuk dilanggar', malah semensa2 masuk ke gerbong wanita dengan berteriak2 seperti orang yang tidak berpendidikan dengan berkata : "alah Bu, kita ma*dul kok.." 

Dari nada mereka berbicara dan tertawa2 sudah merupakan suatu pelecahan besar bagi kami, terutama saya yang berada di gerbong wanita tersebut. Saya pikir orang yang seperti ini adalah manusia yang diberikan Tuhan akal tapi tidak digunakkan untuk berpikir. 

Kedepannya sangat berharap ada sanksi yang tegas dan menimbulkan efek jera bagi siapun orangnya yang melanggar aturan. 

Rabu, 19 Oktober 2011

Seputar Cerita di Pagi Hari

oke, cerita dimulai dari keasikkanya gw mencuci pagi ini dikosan sendiri.
tanpa sadar dengan hati riang gembira gw nutup plus ngunci kamar mandi yang padahal gw itu cuma lagi mencuci... dipikir2 ngapain coba ya mengunci kamar mandi sendiri, padahal kegiatan lo saat itu sedang mencuci baju.

oke itu kesalahan pertama, kesalahan gw pagi ini selanjutnya adalah menghidupkan music di handphone dengan volume super duper besar. karena gw pikir bisa sambil mencuci sambil dengerin lagu2. (penting gak sih)

dua kesalahan gw diatas menjadi faktor lamanya gw terkunci di kamar mandi!!!
sungguh menjadi pelajaran yang berharga bagi gw. seketika pintu kamar mandi yang gw kunci tadi, tidak bisa dibuka dari dalam. gw berusaha menggedor2 pintu dan memanggil2 orang diluar sana. Dan Alhamdulillah selama 10 menit gw berteriak2 minta tolong di dalam kamar mandi tadi, tidak ada satupun yang menggubris.

Di dalam benak gw saat itu, langsung gw membayangkan bagaimana kalau gw sampai terkunci selama2nya di dalam sana dan mati kehabisan oksigen. Walaupun sebenrnya ada ventilasi di kamar mandi itu.

Di dalam hati, yang pertama gw ingat yakni membaca Ayat Kursi. membayangkan semua dosa2 gw. karena kebiasaan gw dari dulu, dan mungkin ini turunan dari nyokap bahwa segala sesuatu di dunia ini ada korelasi suatu kejadian terhadap kejadian lainnya. 

Gw beranggapan apa yang tengah menimpa gw itu berdasarkan dosa2 yang semalam telah gw lakukan. Dalam hati benar meringis, bertanya "apakah ini ganjaran dari dosa2 ku Tuhan?"

Alhamdulillah Allah masih menolong. Beberapa saat kemudian anak2 sekosan, cici penjaga kosan, n bapak2 yang kerja di kosan gw datang lalu bantu mengeluarkan gw dari dalam kamar mandi.

Kalimat pertama yang gw ucapkan Alhamdulillahirobbilalamin, Allah masih selamatkan gw dan gw gak mati sia2 di dalam kamar mandi itu. Lagi2 gw membayangkan, "Ya Allah itu baru saja hamba diberi cobaan terkurung di dalam kamar mandi, bagaimana kalau hamba diberi cobaan dengan terjebak dibawah reruntuhan bangunan, sebaimana tragedi gempa berskala tinggi di Padang beberapa waktu lalu, yang banyak mengambil korban jiwa akibat terjebak di bawah reruntuhan bangunan... ohhh God i'm scared but u save me..."